• Fri. Sep 18th, 2026

Gelanggang News Jateng

My WordPress Blog

Kecelakaan Kerja Kedua di PLTSa Putri Cempo Solo, DPRD Desak Evaluasi Total K3

ByGelanggangJateng

Jul 8, 2026

Gelanggang Jateng – Solo – Kecelakaan kerja kembali menimpa pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Mojosongo, Kota Solo, mendorong DPRD Kota Solo melakukan sidak dan mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Seorang pekerja berinisial Muhammad Haris (MH) mengalami luka serius pada Kamis, 2 Juli 2026 pukul 08.19 WIB setelah tangan kanannya tersangkut mesin conveyor saat melakukan pembersihan di area pemilahan sampah organik dan anorganik. Korban yang merupakan karyawan PT SMPP, vendor pengelola PLTSa Putri Cempo, kini masih menjalani perawatan di RS Dr Oen Kandang Sapi Solo dan harus menjalani operasi lanjutan.

Komisi III DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian pada Selasa, 7 Juli 2026. Rombongan legislator yang dipimpin Sekretaris Komisi III, Sonny, terlebih dahulu menjenguk korban di rumah sakit sebelum meninjau langsung kondisi PLTSa. Sonny menyoroti minimnya penerapan standar keselamatan kerja, termasuk tidak adanya pagar pembatas di sekitar mesin pengolah sampah yang membahayakan pekerja.

Ini merupakan kecelakaan kerja kedua di PLTSa Putri Cempo sepanjang 2026. Sebelumnya pada Senin, 2 Maret 2026, seorang pekerja berinisial Edy Saputra (22 tahun) meninggal dunia setelah diduga masuk ke mesin pemilah sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho menyatakan pihaknya telah meminta pengelola memperkuat penerapan K3 pascakecelakaan pertama, namun insiden kembali terjadi.

DPRD Solo menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan PLTSa Putri Cempo yang dioperasikan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP). Selain aspek keselamatan kerja, kinerja pengolahan sampah juga menjadi sorotan karena baru mampu mengolah sekitar 80 ton per hari dari target 400-500 ton sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo setiap harinya, sehingga timbunan sampah terus meningkat dan berisiko terhadap keselamatan pekerja serta lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *