Jelang Iduladha, Jateng Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Berlimpah.
SEMARANG — Memasuki bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 2026 berada dalam kondisi surplus. Dari total populasi ternak yang mencapai sekitar 6,3 juta ekor, diperkirakan sebanyak 593.168 ekor siap memenuhi kebutuhan pemotongan kurban tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa kebutuhan kurban 2026 diestimasikan berkisar antara 9 hingga 10 persen dari total populasi ternak provinsi. Rinciannya mencakup 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau. Untuk ketiga komoditas pertama, Jawa Tengah berada dalam posisi surplus. Namun kerbau masih mengalami kekurangan karena ketersediaan saat ini baru mencapai sekitar 1.204 ekor.
“Keseluruhan sekitar 6,3 juta ekor. Untuk kurban sekitar 9–10 persen atau 593.168 ekor. Jadi jelas terpenuhi. Itu juga termasuk memenuhi hewan kurban dari Pak Presiden, yang akan memberi sapi minimal berbobot satu ton, masing-masing satu ekor untuk setiap kabupaten/kota, ditambah satu ekor untuk provinsi — total 36 ekor,” terang Frans pada Selasa, 19 Mei 2026.
Data Distannak juga memperlihatkan tren yang menggembirakan. Pemotongan hewan kurban dibanding periode 2024–2025 meningkat signifikan: sapi naik 8,9 persen, kambing melonjak 22,3 persen, dan domba meningkat tajam 25,7 persen. Sementara itu, pemotongan kerbau turun 11,6 persen seiring langkanya pasokan.
Guna mengantisipasi ancaman penyakit hewan lintas wilayah, Pemprov Jateng memperketat pengawasan lalu lintas ternak di sejumlah titik perbatasan strategis, meliputi Kabupaten Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Setiap ternak yang berpindah diwajibkan melampirkan surat keterangan sehat yang telah diperiksa oleh petugas berwenang — ketentuan yang berlaku pula bagi keperluan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
