Gedung olahraga bulu tangkis Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, roboh pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Bangunan yang ambruk tersebut menimpa tiga rumah warga yang berada di bagian depan gedung.
Peristiwa bermula ketika warga mendengar suara dentuman keras. Saat keluar rumah, warga mendapati bangunan GOR telah roboh dan materialnya menimpa rumah-rumah di sekitar lokasi.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Tim SAR, BPBD Kabupaten Brebes, serta masyarakat langsung melakukan pencarian dan evakuasi di tengah tumpukan puing. Dua korban pertama yang ditemukan merupakan anak-anak. Keduanya dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong.
Penyisiran kemudian dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, petugas kembali menemukan seorang korban berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ketiga diketahui bernama Kajat, warga Desa Dukuhturi berusia 82 tahun. Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dunia akibat robohnya gedung badminton Hogwan mencapai tiga orang, terdiri dari dua anak-anak dan satu lansia.
Selain menimbulkan korban jiwa, material bangunan juga menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga. Petugas bersama masyarakat kemudian membersihkan puing-puing bangunan dan melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan.
Polsek Bumiayu masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab robohnya bangunan. Warga juga diimbau tidak mendekati lokasi karena masih terdapat bagian struktur bangunan yang berpotensi runtuh dan membahayakan keselamatan.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Dukuhturi. Proses penanganan serta pemeriksaan lokasi terus dilakukan untuk memastikan keamanan kawasan di sekitar bangunan yang roboh.
