• Fri. Sep 18th, 2026

Gelanggang News Jateng

My WordPress Blog

Festival Tari Dug Dug Der di Simpang Lima Semarang Libatkan 25 Ribu Penari, Identitas Budaya Baru Kota Semarang

ByGelanggangJateng

Aug 9, 2026

Gelanggang Jateng – Semarang – Pemerintah Kota Semarang menggelar Festival Tari Dug Dug Der tahun 2026 pada Minggu pagi ini di Lapangan Pancasila Simpang Lima dengan melibatkan sekitar 25 ribu penari dari berbagai kalangan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkenalkan Tari Dug Dug Der sebagai identitas budaya baru yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan toleransi masyarakat Kota Semarang. Tarian ini terinspirasi dari tradisi Dugderan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Festival dimulai pukul 06.00 WIB di Lapangan Pancasila Simpang Lima yang dipilih sebagai lokasi strategis karena menjadi ruang publik paling inklusif di pusat kota.

Agustina menjelaskan bahwa filosofi Tari Dug Dug Der mencerminkan keberagaman Kota Semarang yang tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya, etnis, agama, dan tradisi. Gerakan-gerakan dalam tarian ini merupakan simbol masyarakat yang melangkah bersama, saling menghormati, dan bergotong royong membangun kota. Koreografi dirancang sederhana agar mudah dipelajari oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah, komunitas seni, hingga warga umum.

Penyelenggaraan festival massal ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Dugderan sebagai ikon budaya daerah sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya di Semarang. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian agenda budaya sepanjang Agustus 2026 yang digelar Pemkot Semarang dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kawasan Simpang Lima menjadi wadah yang tepat untuk menampilkan semangat persatuan masyarakat dalam satu gerakan yang sama.

Wali Kota meyakini bahwa pelestarian budaya yang berjalan seiring dengan pembangunan kota dapat memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Tarian ini diharapkan dapat hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi media untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar semakin bangga dengan identitas Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *