Gelanggang Jateng – Semarang – Festival Kota Lama Semarang 2026 resmi dibuka pada 4 September lalu dan akan berlangsung hingga 20 September 2026, menjadi festival terpanjang dalam sejarah event budaya ikonik Kota Lumpia ini.
Festival Kota Lama Semarang 2026 menghadirkan durasi penyelenggaraan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengungkapkan, festival kali ini akan berlangsung selama 17 hari penuh, berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya yang umumnya hanya digelar sekitar tujuh hari. Pembukaan dilakukan pada 4 September dan seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada 20 September 2026.
Mengusung tema Unity in Diversity dengan semangat Kuno, Kini, Nanti, festival tahun ini menghadirkan beragam agenda menarik yang tersebar di kawasan Kota Lama Semarang. Rangkaian acara mencakup pembukaan yang berlangsung pukul 19.00-22.00 WIB di fasad Gedung Yayasan Kanisius, Pasar Malam Sentiling yang berlangsung 4-13 September, pertunjukan orkestra, hingga makan malam Rijstaffel khas kolonial.
Sejumlah agenda utama lainnya yang siap memeriahkan festival meliputi Jazz Kota Lama, gowes heritage, Wayang on the Stage, peragaan busana, hingga pertunjukan folklor dari berbagai daerah dan negara termasuk dari Malaysia. Kirab Duder dalam format lebih kecil juga akan ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyambut wisatawan dan tamu MTQ Nasional yang datang ke Semarang.
Penutup rangkaian festival dijadwalkan pada 20 September di Fasad Marba dengan menghadirkan pertunjukan folklore, 1.000 Angklung Berkebaya, penampilan Band Linion dari Taiwan, dan Festival Melukis Payung. Pelaksanaan festival yang lebih panjang tahun ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Semarang kepada para tamu yang datang, menjadikan kawasan bersejarah Kota Lama sebagai pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata unggulan.
