Gelanggang Jateng – Kebumen – Sebuah video perundungan siswa di Kebumen, Jawa Tengah viral di media sosial dan menjadi sorotan publik setelah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Kasus perundungan terhadap siswa kelas X berinisial K (16) di sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun mencuat setelah video berdurasi 34 detik beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, korban yang mengenakan seragam pramuka tampak dihajar, dipukul, ditendang, hingga dibanting oleh kakak kelasnya tanpa melakukan perlawanan. Artis Ahmad Dhani turut mengunggah ulang video tersebut melalui akun Instagram pribadinya dan meminta polisi segera menangkap pelaku.
Peristiwa terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di belakang sekolah saat pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban yang sedang mengantre tiba-tiba ditarik pelaku dan dibawa ke belakang sekolah. Dari hasil pemeriksaan polisi terungkap bahwa perundungan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban terkait chat di Instagram mantan pacar pelaku. Padahal komunikasi yang terjadi hanya sapaan biasa.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan bahwa Polres Kebumen telah bergerak setelah menerima laporan pada Selasa, 11 Agustus 2026 setelah upaya mediasi antara keluarga korban dan pelaku tidak membuahkan hasil. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kebumen telah memeriksa korban, pelapor, dan saksi. Terduga pelaku yang masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur diamankan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sore untuk menjalani pemeriksaan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengunjungi kediaman korban pada Minggu, 16 Agustus 2026 untuk memberikan dukungan moril dan memastikan kondisi fisik serta psikologis korban. Pihak sekolah yang berada di bawah naungan PCNU Kebumen telah memberikan sanksi skorsing kepada pelaku dan berencana memindahkannya ke sekolah lain. Ketua PCNU Kabupaten Kebumen Imam Satibi menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kelalaian pengawasan di lingkungan sekolah. Kondisi korban dilaporkan sudah membaik secara fisik namun masih trauma untuk kembali ke sekolah.
